semua yang terkait dalam HIDUP ku

Kamis, 04 Oktober 2012

Firasat


"...Merekam semua kalimatnya malam ini; tentang sungai, tentang laut. Selagi semuanya memang sempurna. Selagi semuanya baik-baik saja."


Kemarin, kulihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku
Semalam, bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
Aku pun sadari
Ku segera berlari

Cepat pulang, cepat kembali

Jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk
Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi

Akhirnya, bagai sungai yang mendamba samudera,

Ku tahu pasti ke mana kan ku bermuara
Semoga ada waktu
Sayangku, ku percaya alam pun berbahasa
Ada makna di balik semua pertanda

Firasat ini...
Rasa rindukah ataukah tanda bahaya?
Aku tak peduli
Ku terus berlari

Cepat pulang, cepat kembali

Jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk
Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi

Dan lihatlah, Sayang

Hujan turun membasahi
Seolah ku berair mata

Cepat pulang, cepat kembali

Jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk
Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi

Aku pun sadari

Kau tak kan kembali lagi

Aku Ada


 "Ingin rasanya aku ikut berlari, berteriak agar kau kembali, mencengkeram bahumu agar kau tahu aku ada di sini. Namun bahasaku tinggal rasa..."

Melukiskanmu saat senja
Memanggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang lebih pilu
Tiada yang menjawabku selain hatiku
Dan ombak berderu

Di pantai ini kau slalu sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat ku tiba
Suaraku memanggilmu, akulah lautan,
Ke mana kau selalu pulang.

Jingga di bahuku
Malam di depanku
Dan bulan siaga sinari langkahku
Ku terus berjalan
Ku terus melangkah
Kuingin kutahu engkau ada

Memandangimu saat senja
Berjalan di batas dua dunia
Tiada yang lebih indah
Tiada yang lebih rindu
Selain hatiku
Andai engkau tahu

Di pantai itu kau tampak sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat kau rasa
Pasir yang kau pijak pergi, akulah lautan,
Memeluk pantaimu erat.

Jingga di bahumu
Malam di depanmu
Dan bulan siaga sinari langkahmu
Teruslah berjalan
Teruslah melangkah
Ku tahu kau tahu aku ada

Curhat buat Sahabat

 

"...Tak ada yang muluk dari obat flu dan air putih. Tapi kau mempertanyakannya seperti putri minta dibuatkan  seribu candi dalam semalam."

 
 
Sahabatku, usai tawa iniIzinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana

Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku di sini..

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring...sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik: "pandang aku, kau tak sendiri,
oh dewiku..."

Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan

Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji..

Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring...sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik: "selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..."
Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi..

hujan

Rinai hujan basahi aku
Temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu
Dan semua saat manis itu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Segalanya seperti mimpi
Kujalani hidup sendiri
Andai waktu berganti
Aku tetap takkan berubah

Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri

Selalu ada cerita
Tersimpan dihatiku
Tentang kau dan hujan
Tentang cinta kita yang mengalir, seperti air

Aku bisa tersenyum
Sepanjang hari
Karna hujan pernah menahanmu disini,
Untukku

Utopia




sihir bulan

takut pada malam bukan alasan
hanya menggelap bukan berarti sirna
sihir bulan tak hanya berpendar
remang mungkin sudah berarti hangat

mengapa purnama sakral, katanya.
aku hanya senang menangkap bayang pangeran berkuda
yang entah bersemayam, entah terperangkap
sejak sang ibunda bercerita tentang dongeng sendu, tentang bulan.

entah tersugesti, entah mengambang
sihir bulan terpejam meniupkan nafas
dan aku berpendar menjelma serupa kilau kunang-kunang.




Sabtu, 14 Juli 2012

bye IPS welcome IPA

huhuhuhu....
aku gaktau harus seneng atau nangis..
maaf ya aku pengen curhat huhu..
kelas X ini kelas ku jurusan IPS, pertama nya aku gasuka karena di masukin kelas IPS, soalnya waktu plajaran IPS aku tidur teruus..
tapi setelah dijalanin ternyata aku suka..IPS enak banget..
pas kenaikan kelas XI, ternyata nilai IPA sama IPS ku sama" bagus.. ranking ku bagus..
aku udah optimis bakalan ngelanjutin di kelas IPS..
tapi ternyata guru" masukin aku ke kelas IPA, dikiranya aku pingin masuk ke kelas IPA..
katanya guru BK, gampang kok pindahnya, soalnya nilai IPS ku juga bagus, cuman bikin surat pernyataan pindah jurusan trus tandatangan aku sama ortu di atas materai..
tapi ternyata ortu ku gakmau tandatangaaaan :"""""""""(

padahal kan aku bisa bikin prestasi yg lebih di IPS daripada IPA.. aku gak terlalu bisa dan gak terlalu sukaaaa huhuuhu

yaudah semoga ak senantiasa di beri kemudahan oleh Allah SWT untuk menjalaninya, mungkin udah di gariskan kali ya?

Jumat, 16 September 2011

saya menggila kembali

he aku resah (baca:galau)

saya sedang mangkel sama orang sampek pingin tak bunuh pake lombok tak uleg trus tak unyek" raine wooooooooooooooooooooooooooooh aseeeeeeeek

saya kok sukak resah" sendiri yaaaa
masupin saya ke RSJ terdekat bagaimanaaaaaaa

oh dasar bawang goreng tidak tahu diriiiiiiiiiii nyadar o talah nduuuk genduuuuuk tak entut i ilang koen ngkok